Maret 31, 2026

Detik-detik Penemuan Mayat di Kebun Parit Banjar, Warga Sempat Kaget, Polisi Turun Tangan

Mempawah  Suasana tenang di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah mendadak berubah mencekam, Kamis (26/3/2026) siang.

Seorang warga menemukan sesosok pria tergeletak tak bernyawa di area kebun milik warga.

Korban diketahui bernama H. Sehid alias Majuri bin Martoko (70), seorang petani yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Tilam (48), warga setempat, yang awalnya hanya berniat mencari sayur di kebun sekitar pukul 11.50 WIB.

Namun, sekitar pukul 12.10 WIB, langkah Tilam mendadak terhenti saat melihat tubuh seorang pria terbaring kaku di tanah.

“Saya awalnya cuma mau cari sayur di kebun. Pas jalan, saya lihat ada orang tergeletak. Waktu saya dekati, ternyata sudah tidak bergerak,” ujar Tilam.

Sadar ada yang tidak beres, Tilam kemudian memastikan kondisi korban.

Setelah yakin korban telah meninggal dunia, ia bergegas memanggil warga lainnya.

Dalam waktu singkat, kabar tersebut menyebar dan mengundang perhatian warga.

Mereka kemudian bersama-sama mengevakuasi korban ke rumah duka.

Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan di tempat kejadian perkara,” ujar Imran.

Polisi kemudian melakukan olah TKP serta identifikasi bersama Tim Inafis Polres Mempawah.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga sempat membakar lahan miliknya yang ditanami pohon kelapa.

Api tersebut kemudian merembet ke kebun milik tetangga.

Diduga panik, korban berusaha memadamkan api seorang diri.

Namun, kuatnya asap di lokasi membuat korban kehabisan napas hingga pingsan.

“Diduga korban mengalami sesak akibat asap saat mencoba memadamkan api, kemudian jatuh telungkup di kebun tetangga dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tambah Imran.

Di tengah suasana duka, pihak keluarga memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Keluarga menyatakan menerima kejadian ini dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah akan segera dimakamkan sesuai ketentuan agama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *