Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan Wajok, Satpolairud Polres Mempawah Kawal Kapal Masuk Alur Kapuas
MEMPAWAH – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas transportasi laut di wilayah Kabupaten Mempawah. Kabut asap pekat yang menyelimuti perairan Wajok mengakibatkan jarak pandang berkurang drastis, sehingga membahayakan navigasi kapal yang akan memasuki Alur Sungai Kapuas.
Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut, Satpolairud Polres Mempawah bergerak cepat dengan melakukan pengawalan intensif terhadap kapal-kapal yang melintas. Jarak pandang yang terbatas membuat nahkoda kapal kesulitan melihat rambu navigasi maupun keberadaan kapal lain di sekitarnya.
Kapolres Mempawah melalui Kasat Polairud menyatakan bahwa pengawalan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan arus logistik dan transportasi tetap berjalan aman di tengah kepungan asap.
“Kabut asap saat ini sangat mengganggu pandangan kapal untuk masuk ke alur Kapuas. Oleh karena itu, personel kami siagakan untuk melakukan pengawalan dan pemanduan agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan selamat,” ujarnya.
Selain fokus pada pengawalan kapal besar, Satpolairud Polres Mempawah juga memberikan imbauan tegas kepada para nelayan dan masyarakat yang memancing menggunakan sampan. Masyarakat diminta untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sepanjang jalur utama pelayaran.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memancing atau menangkap ikan menggunakan sampan agar tidak berada di tengah alur pelayaran. Dalam kondisi kabut asap seperti ini, posisi sampan kecil sangat sulit terlihat oleh kapal besar, sehingga risiko tabrakan atau tubrukan di air sangat tinggi,” tambahnya.
Masyarakat dan para pengguna jasa transportasi air diharapkan terus memantau informasi cuaca dan selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti life jacket selama berada di perairan.
