April 10, 2026

Riset Puslitbang Polri di Mempawah, Evaluasi Kesiapan Almatsus Dalmas Hadapi Potensi Konflik Unjuk Rasa

Mempawah  Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan penelitian terkait optimalisasi penggunaan Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas dalam penanganan unjuk rasa yang berpotensi konflik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rupatama Polres Mempawah, Selasa (10/3/2026).

Penelitian bertajuk “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas” ini dipimpin oleh Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Guno Pitoyo bersama anggota tim Pembina Tk. I Ahmad Munif dan Penata Puji Aprilta Sari, serta menghadirkan narasumber eksternal Prof. Dr. Drs. Suryadi dari FMIPA Universitas Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono dan diikuti oleh personel Polres Mempawah serta Polres Landak.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Guno Pitoyo menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan penggunaan Almatsus Dalmas dalam mendukung tugas pengendalian massa.

“Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Almatsus Dalmas yang dimiliki Polri, baik dari sisi ketersediaan, kondisi peralatan, maupun kemampuan personel dalam mengoperasikannya di lapangan,” ujar Kombes Pol Guno Pitoyo.

Ia menjelaskan, Almatsus Dalmas merupakan perlengkapan khusus yang dirancang untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap dengan pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis.

Peralatan tersebut mencakup perlindungan diri seperti helm, tameng, masker gas air mata, dan body protector.

Selain itu juga dilengkapi kendaraan taktis seperti AWC, APC, RAISA dan security barrier, serta perlengkapan non-mematikan seperti tongkat, gas air mata, dan megaphone.

“Almatsus Dalmas ini sangat penting untuk memastikan personel dapat menjalankan tugas secara profesional, aman, dan tetap menghormati hak asasi manusia dalam setiap penanganan aksi unjuk rasa,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengoperasian Almatsus Dalmas di lapangan.

Di antaranya keterbatasan jumlah peralatan, kondisi peralatan yang tidak optimal, serta kebutuhan peningkatan pemeliharaan dan pelatihan bagi personel.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Puslitbang Polri juga melaksanakan penelitian terkait peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan.

Program ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya dalam memperkuat produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan utama.

Kombes Pol Guno Pitoyo menjelaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Polri turut berperan melalui pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung, pengawasan distribusi pangan, serta rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus di bidang pertanian,” katanya.

Sementara itu Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan penelitian tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan penelitian dari Puslitbang Polri ini. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi dalam meningkatkan kesiapan sarana prasarana serta kemampuan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Jonathan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode pengisian kuesioner secara online kepada personel Polri pengguna Almatsus Dalmas, serta wawancara mendalam kepada informan yang memiliki pengalaman dalam penggunaan maupun pengelolaan peralatan tersebut.

Kegiatan penelitian oleh Tim Puslitbang Polri di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat berlangsung selama empat hari, mulai 9-12/3/2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *